Pasar Mobil Indonesia Tumbuh 21% hingga September 2026, Persaingan Makin Ketat
Penjualan mobil nasional menguat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Di balik pertumbuhan tersebut, penetrasi kendaraan listrik dan ekspansi merek China semakin mengubah peta persaingan otomotif Indonesia.
Ekonomi Relatif Stabil, Daya Beli Masih Menjadi Perhatian
Kondisi ekonomi September belum sepenuhnya bergerak searah. Inflasi meningkat tipis dari 3,19% menjadi 3,28% secara tahunan, sementara BI Rate tetap di level 5,75%. Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 118,5 menjadi 118,1, tetapi masih berada di zona optimistis. Di sisi lain, PMI manufaktur membaik dari 49,8 menjadi 52,4, kembali memasuki zona ekspansi. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi aktivitas industri, meskipun tekanan harga bahan baku dan juga pembiayaan masih menjadi tantangan.
Penjualan Mobil Tumbuh 20,9% hingga September
Penjualan wholesale September turun tipis 2,7% dibanding Agustus (MoM), tetapi masih tumbuh kuat sebesar 28,1% dibanding September tahun lalu (YoY). Secara kumulatif, penjualan Januari–September meningkat 20,9% YoY. Dengan rata-rata volume sekitar 75 ribu unit per bulan, pasar otomotif nasional menunjukkan momentum pertumbuhan menjelang akhir tahun.
Elektrifikasi Meningkat, Pangsa Pasar ICE Menyusut
Kendaraan elektrifikasi terus memperbesar pangsa pasar mobil nasional. Sepanjang Januari–September 2026, penjualan BEV mencapai 117,2 ribu unit, tumbuh 113.7% YoY. Pangsa pasarnya meningkat dari 9,8% pada periode yang sama tahun lalu menjadi 17,3%. Sementara itu, penjualan PHEV/REEV tumbuh 209,5% YoY menjadi 10,3 ribu unit, meskipun pangsa pasarnya masih sekitar 1,5%. Pada September, pangsa BEV mencapai 20,2%, meskipun volumenya turun 7,9% dibanding Agustus. Sebaliknya, pangsa ICE turun dari 81,2% menjadi 71,5% secara tahunan, meskipun volume kendaraan konvensional masih tumbuh.
Merek Jepang Masih Dominan, Pangsa Merek China Meningkat
Merek Jepang masih mendominasi pasar otomotif Indonesia dengan pangsa 76,9% sepanjang Januari–September 2026, turun dari 83,9% pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, pangsa merek China meningkat dari 11,9% menjadi 19,4%. Toyota dan Daihatsu tetap menjadi dua pemain terbesar. Sementara itu, BYD mencatat penjualan 43,7 ribu unit, tumbuh sekitar 118% YoY. Jaecoo dan Geely juga menunjukkan perkembangan pesat, dengan penjualan masing-masing mencapai 27,2 ribu dan 14,8 ribu unit. Wuling mencatat penjualan 13,4 ribu unit secara kumulatif, tumbuh 9,3% YoY. Pada September, penjualannya meningkat 21,6% dibanding Agustus.
Market Insight
Pergeseran pangsa pasar menunjukkan perubahan komposisi persaingan otomotif Indonesia. Merek Jepang masih mendominasi volume penjualan, sementara merek China terus memperbesar kontribusinya terhadap pasar nasional.
Model Terlaris: Dua EV Baru Tembus Lima Besar
Toyota Innova masih menjadi mobil penumpang terlaris sepanjang Januari–September 2026 dengan penjualan 44,5 ribu unit, disusul Toyota Avanza sebanyak 30,3 ribu unit. Namun, dua model listrik baru berhasil mencuri perhatian. Jaecoo J5 mencatat 26,6 ribu unit dan BYD Atto 1 mencapai 24,7 ribu unit, menempatkan keduanya di jajaran lima besar bersama Toyota Calya yang membukukan 25,5 ribu unit. Kedua model listrik asal China tersebut mulai hadir di pasar Indonesia pada 2025. Dalam waktu relatif singkat, keduanya berhasil masuk jajaran model terlaris yang selama ini didominasi mobil konvensional dari merek Jepang. Dari sepuluh model penumpang terlaris, delapan masih berasal dari merek Jepang. Namun, keberhasilan dua model BEV masuk lima besar menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai menjadi pesaing serius bagi model-model yang telah lama mendominasi pasar.
Prospek Akhir 2026: Target GAIKINDO Berpeluang Terlampaui
GAIKINDO berharap penjualan mobil nasional dapat melampaui 850 ribu unit pada 2026, meskipun pencapaian 1 juta unit masih dinilai sulit. Dengan realisasi 679 ribu unit hingga September, industri hanya membutuhkan tambahan sekitar 171 ribu unit pada kuartal IV, atau rata-rata 57 ribu unit per bulan. Angka ini jauh di bawah rata-rata penjualan sembilan bulan pertama yang mencapai 75 ribu unit per bulan. Jika momentum penjualan tetap terjaga, pasar otomotif nasional berpotensi mendekati 900 ribu unit pada akhir tahun.
Merek Jepang masih mendominasi penjualan mobil nasional, tetapi pertumbuhan kendaraan listrik dan ekspansi merek China semakin memperketat persaingan di pasar otomotif Indonesia.
Sumber: Data wholesale industri otomotif Indonesia 2025-2026, diolah NusaIntel; GAIKINDO; Bank Indonesia; BPS; indikator PMI manufaktur.
